Archive for category Doa / Amalan

SAYYIDUL ISTIGHFAR (Raja Istighfar)

SAYYIDUL ISTIGHFAR (Raja Istighfar)

SAYYIDUL ISTIGHFAR

“Allaahumma anta rabbii laa ilaa ha’illaa anta khalaqtanii wa ana abduka wa anaa alaa ahdika, wawa’dika mastatha‘tu a uudzu bika min syarri maa shana’tu abuu ‘ulaka bini’matika alayya wa abuu ‘ubizdanbii faghfirlii fa innahu laa yaghfirudzunuu ba illaa anta.”

Artinya:
Ya Allah Engkaulah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang patut disembah hanya Engkau yang menjadikan aku. Aku hambaMu dan aku dalam genggamanMu, aku dalam perjanjian beriman dan berta’at kepadaMu sekedar kesanggupan yang ada padaku. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan yang aku perbuat. Aku mengakui atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan mengakui atas dosaku, aku mohon keampunanMu, tidaklah ada yang dapat mengampuni dosa seseorang, hanya Engkaulah hai Tuhanku.”

RIWAYAT

Sayyidina Jabir menjelaskan: Rasulullah saw, bersabda: “Pelajarilah dengan baik istighfar utama dan amalkanlah

Makna sayyid adalah orang yang melebihi kaumnya dalam hal kebaikan dan yang berkedudukan tinggi dikalangan mereka. Nabi Shalallahu ‘alahi wa Sallam menamainya sebagai Sayyidul Istighfar (penghulu istighfar atau raja istighfar), yang demikian itu karena  melebihi seluruh bentuk istighfar dalam hal keutamaan. Dan lebih tinggi dalam hal kedudukan.

KANDUNGAN MAKNA

Ini adalah doa  agung yang mencakup banyak makna (taubat, merendahkan diri kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala dan kembali menghadap kepada-Nya).

At-Tayibi menerangkan: Sayyidul Istighfar mengandung pengertian atas hubungan erat antara seorang hamba dengan Tuhannya dan mengandung pengakuan atas kelalaian dan kelengahan manusia dalam melaksanakan kewajiban terhadap Tuhan. Padahal manusia telah membuat perjanjian ketika ia masih dalam rahim ibu (dalam alam roh) bahwa ia dalam hidupnya akan senantiasa berta’at dan berbakti kepada Tuhan. Mengakui atas nikmat-nikmat Tuhan, nikmat harta benda, nikmat kelengkapan anggota tubuh dan kesempurnaan panca indera, kesehatan badan, pikiran, kebahagiaan dan sebagainya.

Karena itu manusia senantiasa mohon perlindungan kepada Tuhan, agar nikmat-nikmat tersebut terpelihara dari kemusnahan, karena akibat perbuatan dirinya. Disamping itu manusia mengakui berdosa dan merasa sangat terbatas dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban terhadap Tuhan. Timbul kesadaran dari hati nurani yang tulus ikhlas disertai dengan pengharapan mohon keampunan Tuhan setiap pagi dan petang.

FADILAH SAYYIDUL ISTIGHFAR

Rasulullah saw menerangkan: “Siapa membaca istighfar utama diwaktu pagi dengan penuh keyakinan sesuai arti dan tujuan kalimat tersebut, kemudian ia meninggal pada hari itu, ialah ahli surga. Dan siapa yang membaca diwaktu sore dengan cara itu, kemudian ia meninggal pada malam hari, iapun ahli surga.

Dari Abdullah bin Abbas, bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa memperbanyak istighfar, niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar; dan untuk setiap kesempitannya kelapangan; dan Allah memberi-nya rezeki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Hakim).

Bagi seorang spiritualis dan pelaku ilmu hikmah, amalan ini merupakan pondasi spiritual yang sangat penting. Oleh karenanya hafalkan dan amalkanlah Sayyidul istighfar ini.

Iklan

Tinggalkan komentar

Dzikir-Dzikir di Bulan Ramadhan

Dzikir Ketika Melihat Hilal

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melihat hilal beliau membaca,

اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالإِِيمَانِ ، وَالسَّلامَةِ وَالإِِسْلامِ ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

“Allahumma ahillahu ‘alayna bilyumni wal iimaani was salaamati wal islaami. Robbii wa Robbukallah. [Ya Allah, tampakkan bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam. Rabbku dan Rabbmu (wahai bulan sabit) adalah Allah]” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Ad Darimi. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan karena memiliki penguat dari hadits lainnya)

Ucapan Ketika Dicela atau Diganggu (Diusilin) Orang Lain

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ

“Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Inni shoo-imun, inni shoo-imun [Aku sedang puasa, aku sedang puasa]“.” (HR. Ibnu Majah dan Hakim. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih). An Nawawi mengatakan, “Termasuk yang dianjurkan adalah jika seseorang dicela oleh orang lain atau diajak berkelahi ketika dia sedang berpuasa, maka katakanlah “Inni shoo-imun, inni shoo-imun [Aku sedang puasa, aku sedang puasa]“, sebanyak dua kali atau lebih. (Al Adzkar, 183)

Do’a Ketika Berbuka

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berbuka membaca,

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Dzahabazh zhoma-u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah [Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah]” (HR. Abu Daud. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Adapun mengenai do’a berbuka yang biasa tersebar di tengah-tengah kaum muslimin: “Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthortu….”, perlu diketahui bahwa ada beberapa riwayat yang membicarakan do’a ketika berbuka semacam ini. Di antaranya adalah dalam Sunan Abu Daud no. 2357, Ibnus Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 481 dan no. 482. Namun hadits-hadits yang membicarakan hal ini adalah hadits-hadits yang lemah. Di antara hadits tersebut ada yang mursal yang dinilai lemah oleh para ulama pakar hadits. Juga ada perowi yang meriwayatkan hadits tersebut yang dinilai lemah dan pendusta oleh para ulama pakar hadits. (Lihat Dho’if Abu Daud no. 2011 dan catatan kaki Al Adzkar yang ditakhrij oleh ‘Ishomuddin Ash Shobaabtiy)

Do’a Kepada Orang yang Memberi Makan dan Minum

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diberi minum, beliau pun mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan,

أَللَّهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِى وَأَسْقِ مَنْ سْقَانِى

“Allahumma ath’im man ath’amanii wasqi man saqoonii” [Ya Allah, berilah ganti makanan kepada orang yang memberi makan kepadaku dan berilah minuman kepada orang yang memberi minuman kepadaku] (HR. Muslim no. 2055)

Do’a Ketika Berbuka Puasa di Rumah Orang Lain

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika disuguhkan makanan oleh Sa’ad bin ‘Ubadah, beliau mengucapkan,

أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ

“Afthoro ‘indakumush shoo-imuuna wa akala tho’amakumul abroor wa shollat ‘alaikumul malaa-ikah [Orang-orang yang berpuasa berbuka di tempat kalian, orang-orang yang baik menyantap makanan kalian dan malaikat pun mendo’akan agar kalian mendapat rahmat].” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Do’a Setelah Shalat Witir

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa pada saat witir membaca surat “Sabbihisma Robbikal a’laa” (surat Al A’laa), “Qul yaa ayyuhal kaafiruun” (surat Al Kafirun), dan “Qul huwallahu ahad” (surat Al Ikhlas). Kemudian setelah salam beliau mengucapkan

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

“Subhaanal malikil qudduus”, sebanyak tiga kali dan beliau mengeraskan suara pada bacaan ketiga. (HR. Abu Daud dan An Nasa-i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengucapkan di akhir witirnya,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

“Allahumma inni a’udzu bika bi ridhooka min sakhotik wa bi mu’afaatika min ‘uqubatik, wa a’udzu bika minka laa uh-shi tsanaa-an ‘alaik, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsik” [Ya Allah, aku berlindung dengan keridhoan-Mu dari kemarahan-Mu, dan dengan kesalamatan-Mu dari hukuman-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjukan kepada diri-Mu sendiri]. (HR. Abu Daud, Tirmidzi, An Nasa-i dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Do’a di Malam Lailatul Qadar

Sangat dianjurkan untuk memperbanyak do’a pada lailatul qadar, lebih-lebih do’a yang dianjurkan oleh suri tauladan kita –Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam- sebagaimana terdapat dalam hadits dari Aisyah. Beliau radhiyallahu ‘anha berkata, “Katakan padaku wahai Rasulullah, apa pendapatmu, jika aku mengetahui suatu malam adalah lailatul qadar. Apa yang aku katakan di dalamnya?” Beliau menjawab, “Katakanlah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى

‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni’ [Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku].” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

1 Komentar

Manaqib Syekh Jakfar Al Barzanji Pengarang Maulid Barzanji (Part 3)

aroel kendari

maulid al barzanji

 

MP3    Maulid Barzanji  12.9 MB Download

PDF     Maulid Barzanji     632 KB Download

PDF     Maulid Barzanji    9.8 MB Download

Tinggalkan komentar

Tariqah Naqsabandiyah Haqqani : Adab Amalan Malam / Laylatul Nisfu Sya’ban (Malam 15 Syaban)

Adab Laylatul Nisfu Sya’ban

1. Adab Tarekat :
– Syahadat 3x
– Astaghfirullah 70x
– Fatihah 1x
– Surah Amana Rasul 1x
– Alam Nasroh ( al-Insiroh 7x)
– Al-Ikhlas 11x
– Al-Falaq 1x
– An-Nas 1x
– Ihda (Dihadiahkan)

Ila hadhratin Nabiyyi SAW wa ‘aalihi wa shahbihil kiram, wa ilaa arwaahi ikhwaanihi minal-anbiyaa’i wal mursaliin wa khudamaa-i syaraa-ihim wa ilaa arwaahil a-immatil arba`ah wa ilaa arwaahi masyaayikhinaa fii thariiqatin Naqsybandiyyatil ‘Aliyyah, khaassatan ila ruuhi imamith-thariqati wa Ghawtsil khaliiqati Khwaajaa Bahaauddiin Naqsyband Muhammad al-Uwaysiyil Bukhaari, Wa ‘ilaa hadhrati Mawlaanaa Sulthaanil Awliya Syaykh ‘Abdullah Daghistaanii, wa Mawlaanaa Syaykh Muhammad Naazhim al-Haqqaani wa ilaa saa-iri saadaatinaa wash-shiddiqiina al-Faatiha. ( Surat al-Fatihah dengan niat telah disandangkan dengan tajjali yang turun ke Madinah)

– Allaah Huu Allaah Huu Allaah Huu Haqq (3 kali)

2. Membaca Surat Yaasiin tiga kali, dengan niat:

I. Memperoleh umur panjang dalam Iman dan Islam,
II. Memperoleh perlindungan dari bencana, baik bagi diri sendiri maupun bagi umat Muhammad SAW,
III. Memperoleh rezeki tanpa tergantung kepada orang lain, kecuali hanya kepada Allah SWT.

3. Setiap kali selesai membaca Yaasiin, dibaca doa berikut:

Allaahumma yaa Dzaal-Manni laa yamannu `alayhi ahad, yaa Dzaal-Jalaali wal-Ikraam yaa Dzaath-Thuuli wal-An`aam. Laa ilaaha illa Anta. Zhaharal-laaji- iin wa Jaarul-mustajiiriin wa Amaanul-khaa- ifiin. Allaahumma in kunta katabtanii `indaka fii ummul-Kitaabi syaqiyan aw mahruuman aw mathruudan aw muqataran `alayya fiir-rizqi famhu-llaahumma bi-fadhlika syaqaawatii wa hurmaanii wa thurdii wa iqtaara rizqii wa tsabitnii `indaka fii ummil-kitaabi sa`iidan wa marzuuqan lil-khayraati fa-innaka qulta wa qawlukal-haqq fii kitaabikal-munzal `alaa lisaani nabiyyikal-mursal yamhullaahu maa yasyaa’u wa yutsbitu wa `indahu Ummul-Kitaab. Ilaahī bit-tajallii al-a`zhami fii laylatin-nishfi min syahri sya`baanil-mu` azhamil-mukarram illatii yufraqu fiihaa kullu amrinhakiimin wa yubram, an taksyifa `annaa minal-balaa` i maa na`lamu wa maa laa na`lamu wa maa Anta bihi a`lamu innaka Antal A`azzul-Akram. Wa shalla-Allaahu `alaa sayyidinaa Muhammadin wa `alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.

Ya Allah SWT, Pemilik Kemurahan Hati Yang Tak Pernah Lelah. Wahai Pemilik Keagungan, Kehormatan, Kekuatan dan Berkah. Tidak ada tuhan kecuali Engkau, Pendukung para pengungsi dan Tetangga dari orang-orang yang mencari kedekatan, Pengawal dari orang-orang yang bertaqwa. Ya Allah SWT, jika Engkau telah menulis dalam Kitab-Mu bahwa aku adalah orang yang hina, serba kekurangan, terbuang, dan kikir, maka hapuskanlah wahai Tuhan, melalui Kemurahan-Mu, penderitaanku, kekuranganku, pengusiranku, dan kekikiranku dan tetapkanlah aku dengan-Mu sebagai orang yang bahagia dan terberkati, sebagaimana Engkau telah berfirman—dan firman-Mu adalah benar—dalam Kitab Suci-Mu melalui lidah Rasul-Mu SAW bahwa, “Allah SWT menghapuskan apa yang Dia Kehendaki dan menetapkan, dan di Sisi-Nyalah terdapat Ummul Kitab.” [13:39]. Wahai Tuhanku, dengan manifestasi agung dari Malam Pertengahan Bulan yang Mulia ini, Syakban di mana, “Pada Malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah,” [44:4] hapuskanlah dari kami, bencana—baik yang kami ketahui maupun yang kami tidak ketahui, dan Engkau Maha Mengetahui—dan sudah tentu, Engkau Maha Perkasa, Yang Maha Dermawan.Semoga Allah SWT memberkati Muhammad SAW, keluarganya dan para sahabatnya.

4. Doa Agung dari Sultan al-Awliya (ad-Du`a ul-Maatsuur), jika memungkinkan setelah setiap kali selesai membaca doa di atas, atau jika tidak dibaca terakhir kali setelah tiga pembacaan Surat Yaasiin dan doa di atas.

DOA AGUNG :
Doa Agung
Sultan Awliya Mawlana Syekh `Abdullah Faiz ad-Daghestani QS
(ad-Du`aa ul-Maatsuur li Sulthan al-Awliyaa)

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Allaahumma shalli `alaa Muhammadin an-Nabii il-mukhtaar `adada man shalla `alayhi minal-akhyaar, wa `adada man lam yushalli `alayhi minal-ashraar, wa `adada qatharaatil amthaar, wa `adada amwaajil bihaar, wa `adadar rimaali wal qifaar, wa `adada awraaqil asyjaar, wa `adada anfaasil mustaghfiriina bil ashaar, wa `adada akmaamil atsmaar, wa `adada maa kaana wa maa yakuunu ila yawmil hasyri wal qaraar, wa shalli `alayhi maa ta`aaqabul laylu wan-nahaaru, wa shalli `alayhi maakhtalaful malawaan wa ta`aaqabul `ashraan wa karraral jadiidaan wastaqbalal farqadaan, wa balligh ruuhahu wa arwaahi ahli baytihi minnaa tahiyyatan wattasliim wa `alaa jamii`il anbiiyaa-i wal mursaliin wal-hamdu lillaahi Rabbil `alamiin.

Allaahumma shalli `alaa Muhammad wa `alaa aali Muhammadin bi `adadi kulli dzarratin alfa alfa marrah. Allaahumma shalli `alaa Muhammadin wa `alaa aali Muhammadin wa shahbihi wa sallim. Subbuuhun qudduusun Rabbunaa wa Rabbul malaa-ikati war-Ruuh, Rabbighfir warham wa tajaawaz `amma ta`lamu innaka Antal A`azzul Akram.

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim

Allaahumma innii astaghfiruka min kulli maa tubtu `anhu ilayka tsumma `udtu fiih, wa astaghfiruka min kulli maa ‘aradtu bihi wajhika fakhaalithnii fiihi maa laysa fiihi ridhaa-uka, wa astaghfiruka linni`ami allatii taqawwaytu bihaa `alaa ma` shiyatik, wa astaghfiruka minadzdzunuubi allatii laa ya`lamuha ghayruka wa laa yaththali`u ‘alayhaa ahadun siwaaka, wa laa tasa`uhaa illaa rahmatika wa laa tunjii minhaa illa maghfiratuka wa hilmuka, laa ilaaha illa-Anta, subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin.

Allaahumma innii astaghfiruka min kulli zhulmin zhalamtu bihi `ibadaka, Fa ayyamaa `abdun min `ibaadika aw `amatin min `imaa-ika zhalamtu fii badanihi aw `irdhihi aw-maalihi fa-a`thihi min khazaa’inik allatii laa tanqush, wa as-aluka an tukrimanii bi-rahmatika allatii wasi`at kulla syay-in wa laa tuhiinanii bi`adzaa bika, wa tu’thiiyanii maa as-aluka fa-innii haqiiqun bi-rahmatika yaa arhamar-Raahimiin, wa shalla-Allahu `alaa Sayyidinaa Muhammadin wa aalihi wa shahbihi ajma`iin, wa laa hawla wa laa quwwatta illa billahil-`Aliyyil-`Azhiim.

Bismilaahir Rahmaanir Rahiim

Bismillaahin-Nuur, nuurun `alaa nuur, alhamdulillaahil-ladzii khalaqas-samaawaati wal ardhi wa ja`alazh-zhulumaati wan-nuur wa anzala at-tawraata `alaa jabalith-Thuuri fii kitaabin masthuur. Walhamdulillaahil-ladzii huuwa bil-Ghanii madzkuur. Wa bil-`izzi wal-Jalaal masy-hur, wal-hamdulillaahil-ladzii khalaqas-samaawaati wal ardhi wa ja`alazh-zhulumaati wan-nuur tsummal-ladziina kafaruu bi-rabbihim ya`diluun. Kaaf, Haa, Yaa, `Ayn, Shaad, Haa, Miim, `Ayn, Siin, Qaaf. Iyyaaka na`budu wa iyyaaka nasta`iin. Yaa Hayyu Yaa Qayyuum. Allaahu lathiifun bi `ibaadihi yarzuqu man yasyaa-u wa Huuwal-Qawiyyul-`Aziiz. Yaa Kaafii kulla syay-in ikfinii wash-rif`anii kulla syay-in innaka `alaa kulli syay-in Qadiir.

Allaahumma ya Katsiran-nawaali wa yaa Daa-imal-wishaali wa yaa Husnal fi`aali wa yaa Raaziqal `ibaadi `alaa kulli haal.

Allaahumma in dakhalasy-syakku fii iimaanii bika wa lam a`lam bihi tubtu`anhu wa aquulu laa ilaaha ill-Allaah Muhammadur-Rasulullaah SAW.

Allaahumma in dakhalasy-syakka wal kufri fii tawhiidii iyyaka wa lam a`lam bihi tubtu`anhu wa aquulu laa ilaaha ill-Allaah Muhammadur-Rasulullaah SAW

Allaahumma in dakhalasy-syubhata fii ma`rifatii iyyaka wa lam a`lam bihi tubtu`anhu wa aquulu laa ilaaha ill-Allaah Muhammadur-Rasulullaah SAW

Allaahumma in dakhalal-`ujubu war-riyaa’ wal-kibriiyaa’ wa sum`atu fii `ilmii wa lam a`lam bihi tubtu`anhu wa aquulu laa ilaaha ill-Allaah Muhammadur-Rasulullaah SAW

Allaahumma in jaral-kadzibu `alaa lisaanii wa lam a`lam bihi tubtu`anhu wa aquulu laa ilaaha ill-Allaah Muhammadur-Rasulullaah SAW

Allaahumma in dakhalan-nifaaq fii qalbii minadz-dzunuubish shaghaa-iri wal kabaa-iri wa lam a`lam bihi tubtu`anhu wa aquulu laa ilaaha ill-Allaah Muhammadur-Rasulullaah SAW

Allaahumma maa asdayta ilayya min khayrin wa lam asy-kuruka wa lam a`lam bihi tubtu`anhu wa aquulu laa ilaaha ill-Allaah Muhammadur-Rasulullaah SAW

Allaahumma maa qadarta lii min amrin wa lam ardhaahu wa lam a`lam bihi tubtu`anhu wa aquulu laa ilaaha ill-Allaah Muhammadur-Rasulullaah SAW

Allaahumma maa an`amta `alayya min ni`matin fa `ashaytuka wa ghafaltu `an syukrika wa lam a`lam bihi tubtu`anhu wa aquulu laa ilaaha ill-Allaah Muhammadur-Rasulullaah SAW

Allaahumma maa mananta bihi `alayya min khayrin fa lam ahmaduka `alayhi wa lam a`lam bihi tubtu`anhu wa aquulu laa ilaaha ill-Allaah Muhammadur-Rasulullaah SAW

Allaahumma maa dhayya`tu min `umrii wa lam tardha bihi tubtu`anhu wa aquulu laa ilaaha ill-Allaah Muhammadur-Rasulullaah SAW

Allaahumma bimaa awjabta `alayya minan-nazhaari fii mash-nuu`aatika fa-ghafaltu `anhu wa lam a`lam bihi tubtu`anhu wa aquulu laa ilaaha ill-Allaah Muhammadur-Rasulullaah SAW

Allaahumma maa qashartu `anhu aamaalii fii rajaa-ika wa lam a`lam bihi tubtu`anhu wa aquulu laa ilaaha ill-Allaah Muhammadur-Rasulullaah SAW

Allaahumma ma`tamadtu `alaa ahadin siwaaka fiisy-syadaa-idi wa lam a`lam bihi tubtu`anhu wa aquulu laa ilaaha ill-Allaah Muhammadur-Rasulullaah SAW

Allaahumma maa astana`tu bi-ghayrika fisysyadaa-idi wan-nawaa-ibi wa lam a`lam bihi tubtu`anhu wa aquulu laa ilaaha ill-Allaah Muhammadur-Rasulullaah SAW

Allaahumma in zalla lisaanii bissu-aali li-ghayrika wa lam a`lam bihi tubtu`anhu wa aquulu laa ilaaha ill-Allaah Muhammadur-Rasulullaah SAW
Allaahumma maa shaluha min sya’nii bi-fadhlika faraa-iytuhu min-ghayrika wa lam a`lam bihi tubtu`anhu wa aquulu laa ilaaha ill-Allaah Muhammadur-Rasulullaah SAW

Allaahumma bi-haqqi laa ilaaha ill-Allaah wa bi-`izzatih

Wa bi-haqqil arsy wa `azhamatih
Wa bi-haqqil kursi wa sa `atih
Wa bi-haqqil qalami wa jariyatih
Wa bi-haqqil lawhi wa hafazhatih
Wa bi-haqqil miizaani wa khifatih
Wa bi-haqqish shiraathi wa riqqatih
Wa bi-haqqi Jibriil wa amaanatih
Wa bi-haqqi ridhwaan wa jannatih
Wa bi-haqqi Maalik wa zabaaniiyatih
Wa bi-haqqi Miikaa-iil wa syafaqatih
Wa bi-haqqi Israafiil wa nafkhatih
Wa bi-haqqi `Azraa-iil wa qabdhatih
Wa bi-haqqi Aadam wa shafwatih
Wa bi-haqqi Syu`ayb wa nubuuwwatih
Wa bi-haqqi Nuuh wa safiinatih
Wa bi-haqqi Ibraahiim wa khullatih
Wa bi-haqqi Ishaaq wa diyaanatih
Wa bi-haqqi Ismaa`iil wa fidyatih
Wa bi-haqqi Yuusuf wa ghurbatih
Wa bi-haqqi Muusa wa aayaatih
Wa bi-haqqi Haaruun wa hurmatih
Wa bi-haqqi Huud wa haybatih
Wa bi-haqqi Shaalih wa naaqatih
Wa bi-haqqi Luth wa jiiratih
Wa bi-haqqi Yuunus wa da`watih
Wa bi-haqqi Danyaal wa karaamatih
Wa bi-haqqi Zakariyaa wa thahaaratih
Wa bi-haqqi `Iisa wa siyaahatih
Wa bi-haqqi Sayyidinaa Muhammadin wa syafaa`atih
An taghfirlanaa wali waalidaynaa wali `ulamaa-inaa wa an ta’khudza bi-yadii wa tu`thiiyanii su-aalii wa tubalighanii aamaalii wa an tashrifa `anii kulla man `aadaanii bi-rahmatika yaa arhamar-raahimiin wa tahfazhnii min kulli suu-in, laa ilaaha illa Anta, subhaanaka inni kuntu minazh-zhaalimiin

Yaa Hayyu, yaa Qayyuum laa ilaha illa Anta, yaa Allaah, astaghfiruka wa atuubu ilayk/fastajabnaa lahu wa najaynaahu minal ghamm wa kadzaalika nanjiyul mu’miniin/wa hasbunallaahu wa ni`mal wakiil hasbii Allaahu laa ilaaha illa huwa `alayhi tawakkaltu wa Huwa rabbul `Arsyil Azhiim wa laa hawla wa laa quwwata illa billaahil `Aliyyil `Azhiim/wa shallallaahu `alaa Sayyidinaa Muhammad wa `alaa aalihi wa shahbihi wa sallim ajma`iin/subhaana rabbika rabbil `izzati `amaa yashifuun wa salaamun `alal mursaliin wal hamdulillaahi rabbil `aalamiin

Bismillahir Rahmaanir Rahiim

Allaahumma inni as-aluka bi musyaahadati asraaril muhibbiin wa bil khalwatillatii khashashta bihaa sayyidal mursaliin hiina asrayta bihi laylatas saab`i wal `isyriin an tarham qalbii al haziin wa tujiibu da`wati yaa Akramal Akramiin yaa Arhamar Raahimiin/ wa shallallaahu `alaa Sayyidinaa Muhammad wa `alaa aalihi wa shahbihi wa sallim ajma`iin

Bismillahir Rahmaanir Rahiim

Laa ilaaha ill-Allah Muhammadur-Rasuulullaah yaa Rahmaan yaa Rahiim yaa Musta`aan yaa Allah yaa Muhammad shalla-Allaahu `alayhi wa sallam yaa Abaa Bakr yaa `Umar yaa `Utsmaan yaa `Alii yaa Hasan yaa Husayn yaa Yahyaa yaa Haliim yaa Allah wa laa hawla wa laa quwwata illa billaahil `Aliyyil `Azhiim

Astaghfirullaah dzul Jalaali wal ikraam min jamii`idz-dzunuub wal atsaam/aamiin

5. Khatamul Khwajagan,
6. Salat Tasbih
7. Salat Syukur dengan Qunuut
8. Salat Khair, Setelah Isya dilanjutkan dengan Salat KHAIR 100 rakaat. Pada rakaat 1 dibaca al-Fatihah sekali dan Surat Al-Ikhlash 2 kali, Rakaat ke 2 Fatihah + al-ikhlas 1x sehingga seluruhnya 150 Surat Al-Ikhlash.

9. Puasa :Dianjurkan untuk berpuasa pada keesokan harinya,
10. Dianjurkan pula untuk berkurban kepada Allah SWT sebagai tebusan bagi diri kalian sendiri dan keluarga kalian, (dagingnya) distribusikan kepada orang-orang yang memerlukannya.

Sumber Catatan Syekh Arif Hamdani

Doa Malam Nishfu Sya’ban

Klik untuk memperbesar

Tinggalkan komentar

Doa Indah Para Nabi dalam Al Quran

Doa-doa yang indah yang pernah dicontohkan oleh para Nabi dan Rossul :

 

1. Doa Nabi Adam

Robbana dholamna anfusana wailam tagfirlana watarhamana lana kunnana minal khosirin
Artinya : Ya Allah , kami telah mendholimi pada diri kami sendiri, jika tidak engkau ampuni kami dan merahmati kami tentulah kami menjadi orang yang rugi.


2. Doa Nabi Nuh

“ Robbi inni audzubika an as alaka maa laisalli bihi ilmun wa illam tagfirli watarhamni akum minal khosirin “ (surat Hud; 47)

Artinya : Ya Tuhanku sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari sesuatu yang aku tidak mengetahui hakekatnya, dan sekiranya tidak Engkau ampuni dan belas kasih niscaya aku termasuk orang – orang yang merugi

 

3. Doa Nabi Ibrahim

“ Robbana taqobal minna innaka anta sami’ul alim wa tub alaina innaka antat tawwaburrokhim “ (al baqarah; 128-129)
Artinya : Ya Tuhan kami terimalah amalan kami sesungguhnya Engkau maha mendengar dan Mengetahui, dan termalah taubat kami, sesungguhnya Engkau penerima taubat lagi Maha Penyayang.

“ Robbi ja alni muqimas sholati wa min dzuriyyati, robbana wa taqobal doa, Robbannagh firli wa li wa li dayya wa li jamiil mukminina yauma yaqumul hisab “ (ibrahim ; 40 -41)

Artinya : Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang – orang yang tetap mendirikan sholat, ya Tuhanku perkenankanlah doaku , ya Tuhanku beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan seluruh orang mukmin, pada hari terjadinya hisab.

 

4. Doa Nabi Yunnus

“ Lailaha illa anta subhanaka inni kuntum minadh dholimin “ (al anbiya;87)
Artinya : Tidak ada Tuhan Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau sesungguhnya aku orang yang dholim

 

5. Doa Nabi Zakariya

“ Robbi latadzarni wa anta choirul warisin “ (an biya ; 89)
Artinya : Ya Allah janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri, sesungguhnya engkau pemberi waris yang paling baik

“ Robbi habli miladunka duriyattan, thoyibatan innaka sami’ud du’a “ (ali imron;28)
Artinya : Ya Tuhan berilah aku seorang anak yang baik dari sisiMu, sesungguhnya Engkau maha pendengar Doa

 

6. Doa Nabi Musa

“ Robis shrohli shodri wa ya shirli amri wah lul uqdatam mil lissani yah khohu khouli “ (Thoha ; )
Artinya : Ya Tuhanku lapangkanlah dadaku, dan lancarkanlah lidahku serta mudahkanlah urusanku

“ Robbi inni dholamtu nafsi fa firlhi “ (al qhosos ; 16)
Artinya : Ya Allah aku menganiaya diri sendiri, ampunilah aku

“ Robbi Naj jini minal qumid dholimin “
Artinya : Ya Tuhan lepaskanlah aku dari kaum yang dholim

“ Robbi ini lima anzalta illayya min khoirin faqir “ (al qhosos; 24)
Artinya : Ya Tuhanku sesungguhnya aku memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku

“ Robbi firli wa li akhi wa adkhilna fi rohmatika, ya arhamar rokhimin “ (
Artinya : Ya Tuhanku ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmatMu, dan Engkau Maha Penyayang diantara yang menyayangi

 

7. Doa Nabi Isa

“ Robbana anzil alaina ma idatam minas samai taqunu lana idzal li awalina, wa akhirina, wa ayyatam minka war zukna wa anta khoiru roziqin “ ( al maidah ; 114)
Artinya : Ya Tuhanku turunkanlah pada kami hidangan dari langit, yang turunnya akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang – orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau, berilah kami rejeki dan Engkaulah pemberi rejeki yang paling baik.

 

8. Doa Nabi Syuaib :

“ Robbana taf bainana, wa baina kaumina bil haqqi , wa anta khoirul fatihin “ (A araf; 89)
Artinya : Berilah keputusan diantara kami dan kaum kami dengan adil, Engkaulah pemberi keputusan yang sebaik – baiknya.

 

9. Doa Nabi Ayyub :

“ Robbi inni masyaniyad durru wa anta arhamur rohimin “
Artinya : Bahwasanya aku telah ditimpa bencana, Engkaulah Tuhan yang paling penyayang diantara penyayang.

 

10. Doa Nabi Sulaiman

“ Robbi auzidni an askhuro ni’matakallati an amta allaya wa ala wa li dayya wa an a’mala sholikhan tardhohu wa ad khilni birrohmatika fi ibadikas sholikhin “ (an naml; 19)
Artinya : Ya Tuhan kami berilah aku ilham untuk selalu mensyukuri nikmatmu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan kepada kedua ibu bapakku dan mengerjakan amal sholeh yang Engkau ridloi, dan masukkanlah aku dengan rahmatMu kedalam golongan hamba-hambMu yang Sholeh.

 

11. Doa Nabi Luth

“ Robbi naj jini wa ahli mimma ya’malun “
Artinya : Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari perbuatan yang mereka kerjakan

“ Robbin surni alal kaumil mufsidin “ (assyu araa ; 169)
Artinya : Ya Tuhanku tolonglah aku dari kaum yang berbuat kerusakan

 

12. Doa Nabi Yusuf

“ Fatiros samawati wal ardli anta fiddunya wal akhiro tawwaffani musliman wa al hiqni bissholihin “
(yusuf ; 101)
Artinya : Wahai pencipta langit dan bumi Engkaulah pelindungku di dunia dan akhirat wafatkanlah aku dalam keadaan pasrah (islam), dan masukkanlah aku dengan orang – orang sholeh.

 

13. Doa Nabi Muhammad

“ Robbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hassanah wa qina adza bannar “ (hadist)
Artinya : Ya Tuhanku berikanlah aku kebaikan di dunia dan akhirat, dan jauhkanlah aku dari api neraka

“ Robbana latuzig qullubana ba’daidz haddaitana wahabblana miladunka, rohmatan innaka antal wahab” (Ali Imron; 8 )
Artinya : Ya Tuhanku janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk, dan berilah kami rahmat, sesungguhnya Engkau adalah dzat yang banyak pemberiannya.

 

Sumber http://www.facebook.com/note.php?note_id=401916924960

1 Komentar

MENYAMBUT BULAN MUHARRAM

Sahabat Insya Allah setelah bln Dzulhijjah berakhir kita akan memasuki Tahun baru Hijriah, yaitu Bulan Muharram. di penghujung Akhir Tahun (Akhir bulan Dzulhijjah) dan Awal Tahun (Tgl 1 Muharam) ada doa yang dianjurkan untuk di baca.

1. DOA AKHIR TAHUN

Do’a ini hendaknya dibaca tiga kali pada akhir waktu ashar tanggal 29 atau 30 bulan Dzulhijjah.
Fadhilahnya adalah barang siapa membaca do’a ini dalam waktu tersebut maka setan berkata:
“Kesusahanlah bagiku,dan sia-sia lah pekerjaanku menggoda anak Adam(manusia) pada satu tahun ini karena mereka mengerjakan amal ini hanya dalam waktu lebih kurang 1 jam”

Di mulai dengan membaca Suratul Fatihah 1 Kali

Inilah do’a Akhir Tahun:

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Wa sallallaahu ‘ala sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadiw wa ‘alaa aalihi wa sahbihii wa sallam.
Allaahumma maa ‘amiltu fi haazihis-sanati mimmaa nahaitani ‘anhu fa lam atub minhu wa lam tardahuu
wa lam tansahuu wa halimta ‘alayya ba’da qudratika ‘alaa uquubati wa da’autani ilattaubati minhu
ba’da jur’ati alaa ma’siyatika fa inni astagfiruka fagfirlii wa maa ‘amiltu fiihaa mimma tardaahu wa
wa’attani ‘alaihis-sawaaba fas’alukallahumma yaa kariimu yaa zal-jalaali wal ikraam,an tataqabbalahuu
minni wa laa taqta’ rajaa’i minkaa yaa kariim, wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadiw wa ‘alaa
‘aalihii wa sahbihii wa sallam

Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami nabi Muhammad SAW,beserta para keluarga dan sahabatnya.

Ya Allah, segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat,padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya, dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat.Karena itu ya Allah, saya mohon Ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu.

Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat YangMaha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan,semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang MahaPemurah.
Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad,keluarga dan sahabatnya.

Amin yaa rabbal ‘alamin.

Setelah membaca Doa ini, akhiri lagi dengan SURATUL FATIHAH satu kali

2. DOA AWAL TAHUN

Sahabat, Pada Malam Harinya sejak permulaan terbenamnya Matahari (Timbul merah Jingga) itulah tanda tanggal 1 Muharam telah Tiba.

Kita perlu mengucapkan selamat datang dengan membaca doa Awal Tahun

Fadhilahnya Barangsiapa doa ini syetan2 akan berkata demikian :

“Alangkah bahagianya orang itum dia akan dilindungi dari godaan2ku pada sisa umurnya, karena Allah mengutus 2 malaikat untuk menjaganya dari godaan2ku”

Di mulai dengan membaca Suratul Fatihah 1 Kali.

inilah doa AWAL TAHUN

Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadiw wa ‘alaa ‘aalihi wa sahbihii wa sallam. Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwal, wa ‘alaa fadlikal-’azimi wa juudila-mu’awwali,wa hazaa ‘aamun jadidun qad aqbala nas’alukal ‘ismata fiihi minasy-syaitaani wa auliyaa’ihi wa junuudihi wal’auna ‘alaa haazihin-nafsil-ammaarati bis-suu’i wal-isytigaala bimaa yuqarribuni ilaika zulfa yaa zal-jalaali wal-ikraamin yaa arhamar-raahimiin, wa sallallaahu ‘alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammadiw wa ‘alaa ‘aalihi wa ashaabihii wa sallam

Amin yaa rabbal ‘alamin

Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami
Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya.
Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu
yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung.
Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan
dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya.
Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak
pada kejahatan,agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami
kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan
kami Nabi Muhammad SAW,beserta para keluarganya dan sahabatnya.
Amin yaa rabbal ‘alamin

Sahabat, selain doa2 diatas Sebaiknya pada siang dan malam harinya memperbanyak ibadah, Yang dianjurkan adalah Membaca Ayat Kursyi sebanyak 360X

Setelah selesai membaca doa Ini :

ALLAHUMMA YA MUHAWWILAL AHWAALI HAWWIL HAALII ‘ALA AHSANIL AHWAALI BIHAULIKA WAQUWWATIKA YA ‘AZIIZUN YAA MUTA’AALII, WASHOLLALLAHU TA’AALAA ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA’ALAA AALIHII WASHOHBIHII WASALLAM

artinya :
Ya Allah, Dzat Yang suka memutar balikkan hal ihwal (kelakuan), balikanlah kelakuanku kepada Yang terbaik dengan daya upaya Engkau, Wahai Dzat Yang Maha Mulia, Yang Agung dengan Rahmat dan keselamatan, semoga tetap kepada Junjungan kmi Nabi besar Muhammad shallallahu ‘alaihi Wasllam beserta keluarganya dan sahabat2nya

 

Sumber http://www.facebook.com/note.php?note_id=179632027967

Tinggalkan komentar